Saturday, February 16, 2019

Orang Eseni

Daftar Isi: HAAG: Eseni, Orang ; ENSIKLOPEDIA: ESEN, ORANG ; BROWNING: ESENI, ORANG ; Eseni Ke atas Eseni, Orang [Kamus Haag] Eseni (Orang Eseni). Sebuah mazhab Yahudi dengan kecenderungan melakukan askese secara keras. Kata Eseni itu (: barangkali berasal dari bahasa Aram) berarti: "orang-orang saleh". Mereka tidak disinggung di dalam KS. Menurut kesaksian Filo dari Aleksandria dan Flavius Yosefus, dapatlah dipastikan kegiatan mereka pada waktu di antara tahun 150 sebelum Mas. (di bawah pimpinan Yonatan dari Makabe) dan tahun 70 ses. Mas. (perang Yahudi). Mereka hidup terutama di dekat En-Gedi, tidak jauh dari Laut mati. Hidup mereka menggunakan bentuk semacam persekutuan hidup biara. Mereka taat pada seorang pemimpin yang mereka pilih sendiri. Aliran mereka ini mempunyai mempunyai ciri yang khas karena hidup selibat, meninggalkan harta-milik maupun perdagangan, melakukan pertanian, mempertahankan perintah Sabat dengan keras, mengadakan pembersihan-pembersihan rituil, novisiat dan merahasiakan beberapa ajaran terhadap orang luaran. Aliran mereka ini menolak ibadat kenisah dan tidak melakukan persembahan kurban binatang. Meski unsur-unsur utama dari ajaran mereka itu Yahudi, namun nampaknya dicampuri dengan pengaruh-pengaruh asing (: Parsisme, Neopitagorisme?). Dengan dasar alasan yang kuat, para ahli berpendapat, bahwa --> Jemaat Kumran bergantung pada gerakan ~E. Ke atas ESEN, ORANG [Ensiklopedia] (bh Yunani Essenoi, sangat mungkin dari bh Aram 'asen, yg berarti 'penyembuh'). Inilah persekutuan orang-orang Yahudi yg berkembang pada abad 1 sM -- 1 M, dan oleh Yosefus dihitung sebagai nomor tiga dalam daftar, aliran filsafat Yahudi atau aliran pikiran Yahudi (BJ 2:8.2-13; bnd Ant 18.1.5). Di luar karya Yosefus, ada dua berita mengenai mereka dalam karya-karya tokoh sezamannya yg lebih tua, yaitu Filo, orang Aleksandria (Quod omnis probus, 75-91; Hypothetica ap Eusebius, Praep. Ev 8.2), dan satu berita lagi dari Plinius Tua (Nat. Hist 5.17). Suatu berita yg lebih kemudian dalam Hipolitus (Refut. 9.20.13-23) pada umumnya mengikuti Yosefus, tapi mencakup beberapa hal yg nampaknya diperoleh dari sumber lain. \\==> Image 00060\\ Keterangan Filo mengenai orang Esen melukiskan dalilnya, bahwa hanya orang yg sungguh-sungguh baik adalah sungguh-sungguh bebas. Ia memperkirakan jumlah mereka 4.000 orang, dan menceritakan bagaimana mereka hidup di desa-desa, bekerja keras dalam pertanian dan sejenisnya, sambil menggunakan banyak waktu untuk bersama-sama menelaah masalah moral dan agama, termasuk tafsir kitab-kitab suci. Mereka memberi perhatian yg sangat teliti terhadap kemurnian tata cara kebaktian; harta mereka adalah milik bersama, memantangkan korban binatang, hidup melajang, tidak mempunyai budak, mengasuh anggota mereka yg terhalang bekerja karena sakit atau tua, tidak mau bersumpah, tidak boleh terlibat dalam ketentaraan atau usaha dagang, dan pada umumnya memupuk segala macam kebajikan. Berita dari Plinius Tua terdapat dalam uraiannya tentang Laut Mati. Menurut dia, orang Esen hidup di daerah barat Laut Mati, di sebelah atas En-Gedi. Kehadiran mereka di sana sudah beberapa generasi, demikian Plinius. Mereka menolak perkawinan dan uang; namun eksistensi mereka tetap bertahan, karena banyak orang yg datang untuk mengikuti hidup mereka yg menyendiri itu, sebab sudah bosan dengan hidup biasa. Plinius menulis antara thn 73-79 sM, tapi barangkali pengetahuannya tentang orang Esen bergantung pada para penulis terdahulu seperti Aleksander Polihistor (abad 1 sM). Berita-berita dalam tulisan Plinius dan File, agak dilebih-lebihkan dan bersifat retorika saja. Berita Yosefus (mengingat kecenderungannya mengubah kebenaran demi tujuan pribadinya) nampak seperti fakta nyata berdasarkan pengetahuan sendiri. Menurut Yosefus, orang Esen terdapat di semua kota di Yudea, termasuk Yerusalem. Mereka suka menjamu orang; seorang Esen dari tempat yg jauh diperlakukan sebagai saudara oleh sesama Esen yg didatanginya. Tapi banyak keterangan Yosefus mengenai suatu kehidupan persekutuan, tidak dapat diikuti oleh masyarakat kota; sangat mungkin bahwa orang Esen yg utuh, hidup dalam persekutuan-persekutuan yg terpisah, sambil menggabungkan ke dalam kelompok mereka para anggota simpatisan yg hidup di kota-kota dan mengikuti cara-cara hidup biasa. Yosefus menjelaskan secara teliti cara masuk ke dalam kehidupan Esen. Ada masa percobaan selama 3 thn. Pada akhir tahun pertama calon baru (sudah mengenakan seragam putih dari golongan itu) diizinkan menerima penyucian dalam air, tapi kedua tahun yg sisa harus berlalu sebelum ia diizinkan mengikuti perjamuan umum. Jelas inilah tanda menjadi anggota penuh. Sebelum beralih dari masa percobaan ke keanggotaan penuh, maka calon dituntut mengucapkan sederet sumpah yg khidmat. Informasi ini mengandung persamaan umum dengan aturan-aturan penerimaan menjadi anggota persekutuan Qumran seperti dirinci dalam Gulungan 1QS, walau ada perbedaan dalam beberapa hal kecil, mis 1QS menetapkan masa percobaan 2 thn bukan 3 thn. Menurut Yosefus, seorang Esen memulai harinya sebelum matahari terbit dengan doa pagi yg ditujukan kepada matahari 'seolah-olah membujuk dia supaya terbit'. Lalu ia pergi menunaikan tugas yg sudah ditentukan oleh pengawasnya, dan mengerjakannya sampai tengah hari. Pada waktu itu anggota-anggota persekutuan ini mandi, lalu makan bersama-sama secara bersahaja; kemudian mereka mengenakan pakaian kerja lagi dan melanjutkan tugas sampai petang hari, saat mana mereka berkumpul lagi untuk makan berikutnya. Hipolitus tidak berkata apa-apa mengenai doa pagi kepada matahari; menurut dia, 'mereka terus berdoa sejak fajar menyingsing dan tidak mengucapkan sepatah kata pun, sampai mereka menyanyikan sebuah nyanyian untuk memuji Allah'. Praktik yg diterangkan oleh Yosefus mungkin praktik orang Sampsai, suatu kelompok yg barangkali ada hubungannya dengan orang Esen, yg memperoleh namanya (yg berhubungan dgn bh Ibrani syemesh, 'matahari') dari tindakan penghormatan yg mereka tujukan kepada matahari sebagai penjelmaan Allah. Nampaknya istilah Esen dipakai meliputi sejumlah badan sekte Yahudi yg memisahkan diri dari aliran utama hidup ke-Yahudi-an. Salah satu dari sekte itu yg sudah hampir pasti, ialah persekutuan --> Qumran; mungkin masih ada beberapa sekte lainnya, yg tentangnya kita ketahui sedikit sekali, sama seperti yg kita ketahui tentang Qumran sebelum penemuan-penemuan yg terjadi pada thn 1947 dan sesudahnya. Bila ditetapkan bahwa persekutuan Qumran adalah persekutuan orang Esen (mungkin jenis Esen yg Yosefus bedakan dari yg lain karena mereka tidak kawin), maka sastra Qumran akan menjadi sumber utama informasi mengenai orang Esen, karena sastra itu berasal dari kalangan orang Esen sendiri. Maka perlu untuk memeriksa pernyataan-pernyataan para penulis kuno lainnya melalui naskah-naskah Qumran, bukan sebaliknya ( --> QUMRAN; --> GULUNGAN LAUT MATI). KEPUSTAKAAN. C. D Ginsburg, The Essenes,1864, cetak ulang 1955; J. B Lightfoot, 'On Some Points Connected with the Essenes' dalam The Epistle to the Colossians, 1879, hlm 348-419; D Howlett, The Essenes and Christianity, 1957; H. Serouya, Les Esseniens, 1959; A Dupont-Sommer, Essene Writingsfrom Qumran, 196 1; H Kosmala, Hebrder-Essener-Christen, 1959; G Venues, Post-Biblical Jewish Studies, 1975, hlm 8-36. FFB/MHS Ke atas ESENI, ORANG [Kamus Browning] Suatu kelompok dalam --> Yudaisme Palestine, ada sejak abad kedua sM hingga 70 M, yang disebut oleh *Yosefus dan *Philo, sekalipun tidak disebut dalam PB. Menurut Philo, banyak orang Eseni tinggal di desa-desa, namun sebagian besar sarjana percaya bahwa komunitas --> Qumran terdiri dari orang-orang Eseni atau sempalan kelompok Eseni, dan bahwa yang disebut Guru Kebenaran dalam gulungan-gulungan itu adalah imam yang memimpin komunitas ini keluar dari Yerusalem, ketika --> Yonatan Makabeus, yang bukan keturunan keluarga imam, menjadi Imam Besar pada 152 sM.Orang-orang Eseni adalah para asket dan melaksanakan --> Taurat dengan cermat; namun dalam beribadah mereka menghadap matahari, bukan menghadap Bait Allah di Yerusalem, karena terhadapnya mereka merasa jijik. Komunitas mereka dikontrol oleh kepemimpinan imam dan kebebasan individu sangat dibatasi. Mereka menganggap diri sebagai 'anak-anak terang' yang dipisahkan dari 'anak-anak kegelapan' di luar ordo mereka.

No comments:

Post a Comment