Thursday, February 8, 2018

PAPUA MERDEKA

SIAPA YANG MEMBUNUH TOKOH ORANG PAPUA NAIK PANGKAT.

Saya sangat sedihhhh.. ketika saya menulis kop artikel di atas. Tokoh- tokoh politik orang asli Papua semakin habis ada yang dengan sengaja di bunuh seperti Theys H Eluway tanggal 10 Nopember 2001, di Jayapura, termasuk Sopirnya Aristotoles Masoka kini sampai sekarang belum ketemu nasipnya, Mako Tabuni pada 14 Juni 2012 perumnas III di Jayapura, Justinus Murib tanggal 5 Nopember 2003. Di desa Yalengga distrik bolakme, Kabupaten Jayawijaya dan 10 orang meninggal karena di tembak. Yawan Wayeni tanggal 3 Agustus 2009 di Kepulauan Yapen, pelakunya kini sampai sekarang belum di hukum. Kelly Kwalik  ditembak pada 16  Desember 2009 di Timika.

Diantara orang-orang yang membunuh mereka di atas pasti ada yang naik pangkat istimewa dan mendapat jabatan yang strategis.  Sebenarnya bukan hanya mereka yang di atas itu saja. Pasti banyak kasus yang lain.

Ada tokoh-tokoh juga yang  meninggal karena sakit seperti Agus Alua dan beberapa teman-teman diantaranya Alpius Murib anggota MRP,  meninggal dengan cara yang tidak wajar di rumah Perumnas II Waena dan ada juga Tokoh- tokoh yang lain.

Kemudian tokoh-tokoh yang lain, diproses hukum dengan tuduhan makar, seperti Forkorus Yoboisembut, S.PD, Dominikusc Surabut, Selpius Bobi, Agust Makbrawen Sananay  Kraar, S.Ip Edison Waromi, SH dan Gat Wenda.

Nasip yang sama juga di alami oleh beberapa tokoh lain. Bpk Pdt. Obet Komba S.Th, Yafet Yelemaken, Pdt. Yudas Meage S.Th, Mulyono Murib, Ibu Amelia Jigibalom. Filip Karma dan Yusak Pakage. Serta 5 tapol lainya Linus Hiluka, Kimanus Wenda, dan 3 teman lainya.

Mereka dianggap tokoh-tokoh Politik Papua merdeka diantara tokoh-tokoh itu ada yang telah di bunuh, dan ada yg telah menjalani hukuman serta ada yg mendapatkan garasi dari Presiden Indonesia Joko Widodo.

Sekalipun demikian perjuangan mereka tidak pernah berakhir,  karena mereka di bunuh, di tahan dan meninggal.  Tetapi, perjuangan mereka sekarang sulit untuk dikendalikan dan di bendung ditingkat  Internasional.

Apa lagi negara-negara Pasifik, terus berbicara pertemuan-pertemuan di tingkat PBB. Untuk mendukung Papua menentukan nasipnya sendiri, ini artinya bahwa perjuangan papua merdeka bukan masalah logistik Papua dan Indonesia. Tetapi sudah menjadi masalah global.

Kita perlu ketahui bahwa pangkat boleh naik, dan mendapatkan jabatan yang strategis, itu adalah bagian dari perjuangan, jd tidak bisa dipersoalkan. Tetapi ingat situasi politik Papua juga semakin kencang di Internasional dan sulit untuk di bendung oleh siapapun.

Dengan semakin maraknya kasus pelanggaran hak asasi manusia,  semakin menambah juga nilai politiknya dilebel internasional.

Kita semua ketahui bahwa baru-baru ini Pemerintah Vanuatu telah menyerahkan salah satu sebidang tanah dan bangunanan kepada ULMWP untuk berkantor dengan resmi di Vanuatu. Artinya bahwa perhatian negara Vanuatu cukup serius dan pasti akan mendorong papua untuk menentukan nasipnya sendiri.

Silakan berdebat dan kritik saya juga butuh saran dan masukan anda kalau ada yg mau protes juga boleh.

Tetapi artikel yang saya tulis di atas ini, adalah apa yang saya tau dan apa yang saya lihat, dan apa yang saya dengar.

     Human Rigts Defender

            Theo Hesegem

No comments:

Post a Comment