All living souls of the Heaven and the Earth
Saturday, April 6, 2019
Pedoman Hari Sabat
Daftar Isi:
PEDOMAN: Hari Sabat ; HAAG: Sabat ; KECIL: Sabat ; GLOSARI AYT: Hari Sabat ; ENSIKLOPEDIA: HENTI, PERHENTIAN , SABAT ; BROWNING: PERHENTIAN/ISTIRAHAT , SABAT ; YUNANI: 2663 καταπαυσις katapausis ; 4521 σαββατον sabbaton ; LAIN: Dalam Versi-Versi Alkitab ;
Hari Sabat
Ke atas
Hari Sabat [Kamus Pedoman]
1. Diadakan oleh Allah.
Kej 2:3
2. Alasan mengadakan - .
Kej 2:3; Kel 20:11
3. Hari yang ketujuh ditetapkan sebagai - .
Kel 20:9-11
4. Diadakan untuk manusia.
Mr 2:27
5. Allah:
5.1 Memberkati - .
Kej 2:3; Kel 20:11
5.2 Menguduskan - .
Kej 2:3; Kel 20:11; 31:15
5.3 Menyuruh memelihara - .
Im 19:3,30
5.4 Menyuruh menguduskan - .
Kel 20:8
5.5 Menghendaki agar kebajikan-Nya selalu diingat setiap kali
memperingati - . Ul 5:15
5.6 Menunjukkan kemurahan-Nya dalam menentukan - .
Kel 23:12
6. Suatu tanda peringatan-Nya.
Kel 31:13,17
7. Suatu contoh istirahat sorgawi.
Ibr 4:4,9
8. Kristus:
8.1 Adalah Tuhan atas - .
Mr 2:28
8.2 Biasa menghormati - .
Luk 4:16
8.3 Mengajar pada - .
Luk 4:31; 6:6
9. Pada - :
9.1 Semua hamba dan ternak harus diberi istirahat.
Kel 20:10; Ul 5:14
9.2 Tidak boleh bekerja.
Kel 20:10; Im 23:3
9.3 Tidak boleh berdagang.
Neh 10:31; 13:15-17
9.4 Tidak boleh mengangkut barang-barang.
Neh 13:19; Yer 17:21
9.5 Kebaktian rohani harus diadakan.
Yeh 46:3; Kis 16:13
9.6 Firman Tuhan harus dibacakan.
Kis 13:27; 15:21
9.7 Firman Tuhan harus dikhotbahkan.
Kis 13:14,15,44; 17:2; 18:4
9.8 Pekerjaan yang ada hubungannya dengan soal keagamaan halal.
Bil 28:9; Mat 12:5; Yoh 7:23
9.9 Perbuatan baik diperbolehkan.
Mat 12:12; Luk 13:16; Yoh 9:14
9.10 Hal-hal yang seharusnya boleh disediakan.
Luk 13:35; 14:1
10. Dinamai:
10.1 Sabat Tuhan.
Kel 20:10; Im 23:3; Ul 5:14
10.2 Sabat perhentian.
Kel 31:15
10.3 Sabat yang kudus bagi Tuhan.
Kel 16:23
10.4 Hari kudus Tuhan.
Yes 58:13
10.5 Hari Tuhan.
Wahy 1:10
11. Hari pertama dalam minggu itu ditetapkan sebagai - oleh jemaat yang
pertama.
Yoh 20:26; Kis 20:7; 1Kor 16:2
12. Orang-orang kudus:
12.1 Memperhatikan - .
Neh 13:22
12.2 Menghormati Allah dengan menjunjung - .
Yes 58:13
12.3 Bersukacita pada - .
Mazm 118:24; Yes 58:13
12.4 Memperingatkan orang yang tidak menghormati.
Neh 13:15,20,21
13. Orang Israel harus memelihara - untuk selama-lamanya.
Kel 31:16,17; Mat 5:17,18
14. Kebahagiaan dalam menghormati - .
Yes 58:13,14
15. Kebahagiaan dalam memelihara - .
Yes 56:2,6
16. Ancaman kepada orang yang menajiskan - .
Neh 13:18; Yer 17:27
17. Hukuman untuk orang yang menajiskan - .
Kel 31:14,15; Bil 15:32-36
18. Orang-orang fasik:
18.1 Bekerja pada - .
Neh 13:15
18.2 Berdagang pada - .
Neh 10:31; 13:15,16
18.3 Bersukaria pada - .
Yes 58:13
18.4 Jemu akan - .
Am 8:5
18.5 Hak untuk merayakan - dapat dihentikan.
Rat 2:6; Hos 2:10
18.6 Kadang-kadang pura-pura rajin memelihara - .
Luk 13:14; Yoh 9:16
18.7 Membawa muatan pada - .
Neh 13:15
18.8 Menajiskan - .
Yes 56:2; Yeh 20:13,16
18.9 Melanggar kekudusan - .
Neh 13:17; Yeh 22:8
18.10 Mengolok-olok - .
Rat 1:7
18.11 Menutup mata terhadap - .
Yeh 22:26
19. Contoh orang-orang yang menghormati - :
19.1 Beberapa orang perempuan.
Luk 23:56
19.2 Musa.
Bil 15:32-34
19.3 Nehemia.
Neh 13:15,21
19.4 Paulus.
Kis 13:14
19.5 Rasul-rasul.
Kis 16:13
19.6 Yohanes.
Wahy 1:10
20. Contoh orang-orang yang tidak menghormati - :
20.1 Beberapa orang Tirus.
Neh 13:16
20.2 Orang yang memungut manna.
Kel 16:27
20.3 Orang yang mengumpulkan kayu api.
Bil 15:32
20.4 Penduduk Yerusalem.
Yer 17:21-23
Ke atas
Sabat [Kamus Haag]
Sabat.
Hari ketujuh dalam minggu.
(1) Asal-usul. Perihal etimologi kata tersebut tidak dapat diperoleh penjelasan yang tepat. Banyak para penyelidik ahli menyimpulkan ~S itu dari kata kerja "syabat" (: berhenti dari sesuatu; Yos 5:12; Neh 6:3; Ayub 32:1; Yes 24:8 dbtl.). Penyelidik ahli yang lain menghubungkannya dengan kata "syeba" (: tujuh) karena ritme 7 hari yang keras dari pada ~S itu. Di samping itu terdapatlah kesamaan yang menonjol sekali antara ~S dengan kata bahasa Akad "syapattu" (hari ketujuh yang kedua?). Dalam kenyataannya juga terbukti dari tanggalan Mesopotamia, bahwa dalam batas-batas tertentu periode tujuh hari itu juga dikenal di Mesopotamia. Berlawanan dengan ~S di dalam Alkitab, hari-hari tersebut tidak menjadi hari istirahat yang mengandung sifat pesta, melainkan merupakan hari-hari sial (: dies nefasti). Barangkali hari ~S pada zaman pengembangan Isr. dijatuhkan pada hari yang sama dalam tahap bulan (bdk.: paralelisme ~S dengan perayaan bulan baru di dalam 2Raj 4:23; Yes 1:13; Yeh 46:1 dan lain-lain), tetapi dalam peralihan menuju bentuk hidup agraris tidak digantungkan lagi padanya (menurut Kel 23:12 sebelum zaman para raja).
(2) Hukum -- dan pelaksanaan Sabat. Semua Kitab Hukum PL mewajibkan, agar ~S dirayakan dengan menghentikan pekerjaan harian. Peraturan ~S yang tertua (Kel 23:12) mendasarkan larangan bekerja pada pertimbangan manusiawi: Istirahat bagi manusia dan hewan. Di samping itu Ul 5:15 menghubungkan perayaan S dengan keluaran mereka dari Mesir. Pada zaman pembuangan itu bangsa Yahudi mulai menganggap ~S, - di samping - --> sunat -, sebagai "tanda" yang membuat Isr. berbeda dari bangsa-bangsa lain (Kel 31:13-17; Yeh 20:12,20). Hari ~S itu kudus dan kekudusannya dilanggar dengan bekerja (Kel 20:8-11 dalam hubungannya dengan Kej 1:1-2:4). Pada waktu sebelum pembuangan ~S diperingati dalam suasana meriah-gembira -- orang mengunjungi kenisah (Yes 1:12-13) dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada para nabi (2Raj 4:23) -- sedangkan Nehemia pada waktu setelah pembuangan (2Raj 13:15-22) harus menjamin ketenangan ~S dengan paksa. Sejak saat itu semakin timbul kepentingan ~S (Yes 56:2-6; Yer 17:24-27). Pada zaman Makabe orang-orang Yahudi membiarkan dirinya dibunuh musuh tanpa mengadakan perlawanan, agar tidak melanggar ketenangan~S dengan berperang (1Mak 2:37-38; 2Mak 6:11; 2Mak 15:1-2). Tulisan-tulisan para rabi mewakili pandangan keras tentang istirahat ~S secara keterlaluan. Peraturan-peraturan kasuistik yang sangat rumit membuat ~S menjadi beban (bdk.: Yub 2:17-33; 50:6-13). Ada 39 perbuatan terlarang, antara lain: memetik benda-benda (Mat 12:2) dan mengangkut beban (Yoh 5:10). Seorang tabib hanya diijinkan menolong orang yang berada dalam bahaya maut (oleh karenanya timbul perlawanan keras atas penyembuhan-penyembuhan yang dibuat oleh Yesus: Mark 3:1-5 dsj; Yoh 5:1-16 dbtl.). ~S itu dipandang di Kumran sebagai waktu khusus untuk berdoa. Tentu saja aturan di situ juga keras (Misalnya: orang tidak diijinkan berjalan ke luar kota lebih dari 1000 el (: perjalanan untuk sabat), membebaskan ternak dari lubang (bdk.: Luk 14:5), atau membicarakan pekerjaan hari berikut, tetapi di situ juga nampak adanya kecenderungan yang lebih lunak. -- Yesus bertolak dari dasar pandangan, bahwa ~S itu tidak mempunyai tujuan sendiri, melainkan harus menjadi bantuan untuk hidup (Mark 2:27). Beberapa kali Yesus memancing orang (: lawan-lawan) supaya mengadakan perdebatan soal ~S (Mat 12:10-14; Luk 13:10-17; Yoh 5:8-18). Yesus mengambil kebebasan untuk berbuat baik pada hari ~S atau menghapusnya sama sekali (Mark 2:28). Dari Mat 24:20 dapat ditarik kesimpulan, bahwa para orang Kristen pertama mengikuti wajib ~S seperti mereka juga mengikuti kebiasaan Yahudi lainnya (Kis 2:1,46; 3:1; 10:9). Paulus kelihatan tidak mewajibkan para Kristen asal kafir untuk merayakan hari ~S (Gal 4:9-10), tetapi ia tentukan untuk mengadakan upacara agama pada hari pertama dalam minggu Yahudi (Kis 20:7; 1Kor 16:2).
Ke atas
Sabat [Kamus Kecil]
TB- Hari ketujuh, hari istirahat untuk orang Israel, berdasarkan Kel 20:8-11. Juga disebut tanda perjanjian Tuhan (Kel 31:12-17).
BIS- Hari ketujuh menurut penanggalan bangsa Yahudi. Hari ini adalah hari istirahat yang suci; pada hari ini tidak seorang pun boleh bekerja. Hari orang Yahudi mulai pada saat matahari terbenam.
Ke atas
Hari Sabat [Glosari AYT]
Jatuh pada hari Sabtu setelah matahari terbenam sampai minggu sore (sesuai pembagian waktu dalam budaya Yahudi). Hari Sabat adalah hari khusus bagi orang Yahudi untuk beristirahat dan beribadah kepada Allah. Kata ini berarti penghentian (dari kerja). Jadi, hari perhentian kerja yang sangat penting bagi kehidupan orang Israel, dikukuhkan oleh perhentian kerja Allah sendiri dalam karya penciptaan (Kej. 2:1-3) dan diterima demikian dalam semua bagian Alkitab. Perundang-undangan Sabat digariskan di Kel. 20:8-11; 31:12-17; 34:21; Ul 5:12-15. Sabat adalah hari kesukaan (Hos. 2:12) dan untuk pergi ke Bait Allah (Yes 1:13).
Ke atas
HENTI, PERHENTIAN [Ensiklopedia]
Arti non-teologis 'perhentian' menonjol dalam Alkitab. Umpamanya, Tuhan berhenti dari pekerjaan-Nya (Kej 2:2 dab); hari sabat haruslah menjadi hari perhentian (Kel 31:15); tanah perjanjian harus mempunyai masa perhentian setiap 7 thn (Im 25:4 dab); dan Bait Allah merupakan tempat perhentian Tuhan di antara umatNya (Mzm 132:8, 14).
Arti teologis 'perhentian' lebih menonjol lagi dalam Alkitab. Kepada Israel dijanjikan oleh Tuhan tempat perhentian di tanah Kanaan (Ul 3:20), dan ke tempat perhentian inilah orang-orang buangan akan kembali dari Babel (Yer 46:27). Perhentian dan kebahagiaan merupakan pemberian besar dari Daud kepada Israel (1 Taw 22:7-10). Sayang, gagasan perhentian akbar ini tetap tidak tergenapkan dalam pengalaman Israel (Ibr 3:7-4:10) karena ketidakpercayaan dan ketidaktaatan (Mzm 95:8-11).Tapi, meskipun perhentian dalam PL tetap tinggal janji, dalam PB janji itu digenapi. Orang Kristen, dengan percaya kepada Kristus, telah masuk ke dalam perhentian (Ibr 12:22-24). Kristus adalah damai mereka. Kepada semua yg datang kepada Kristus, Ia berikan perhentian. Perhentian adalah kelegaan, kelepasan, dan kepuasan bagi jiwa (Mat 11:28-30).
Tapi 'perhentian' dalam Alkitab mempunyai juga isi eskatologis. 'Tersedia suatu hari perhentian' baik bagi orang Kristen maupun bagi Israel (Ibr 4:9). Kota sorgawi dan tanah air sorgawi (Ibr 11:10, 16) adalah tetap masa datang. Hari ini ada tugas (1 Kor 3:9), perjuangan iman yg gigih (Ef 6:10-20), perjalanan (Ibr 11:13-16). Bahkan perhentian yg untuknya kematian merupakan pendahuluan (Why 14:13), itu pun bukan kesempurnaan perhentian (Why 6:9-11). Namun mereka yg telah masuk ke dalam perhentian iman, dengan melabuhkan sauh sampai ke belakang tabir (Ibr 6:19) ke mana tujuan Kristus, yakin bahwa tahap terakhir perhentian adalah terjamin. JGSST/BS
Ke atas
SABAT [Ensiklopedia]
(Ibrani syabbat, dari akar kata syavat, 'berhenti', 'melepaskan'). Alkitab menetapkan bahwa satu dari 7 hari harus diindahkan sebagai hari suci bagi Allah. Dari alasan yg dikemukakan untuk mengindahkan sabat dalam Kesepuluh Hukum, kita ketahui bahwa istirahat sabat itu ditetapkan sendiri oleh Allah saat penciptaan. Karena itu sabat adalah tata tertib penciptaan (Kel 20:8-11).
Dalam peristiwa penciptaan kata sabat tidak muncul. Tapi akar kata dari mana perkataan itu dijabarkan, ada (Kej 2:2). Karya penciptaan berlangsung 6 hari; pada hari ketujuh Allah istirahat (harfiah 'berhenti') dari pekerjaan-Nya. Dengan demikian timbul perbedaan antara 6 hari kerja dan 1 hari istirahat. Ini benar, walaupun 6 hari kerja itu dimengerti sebagai jangka waktu yg lebih panjang dari 24 jam. Bahasanya adalah bahasa manusiawi, karena Allah bukanlah Pekerja yg lelah, yg memerlukan istirahat. Namun pola itu ditetapkan di sini untuk diikuti oleh manusia.
Kel 20:11 menyatakan bahwa Allah 'beristirahat' (Ibrani wayyanakh) pada hari ketujuh, dan Kel 31:17 mengemukakan bahwa Ia berhenti dari pekerjaan-Nya dan 'disegarkan' (wayyinnafasy). Bahasanya sengaja bernada keras, agar manusia mengerti kepentingan memandang sabat sebagai hari di mana ia sendiri harus beristirahat dari pekerjaannya sehari-hari.
Bertentangan dengan uraian di atas, pendapat lain mengatakan bahwa sabat berasal dari Babel. Benar, kata Babel sabbatum berhubungan dengan kata Ibrani yg serupa, namun arti kedua kata itu sangat berbeda. Pertama, bagi orang Babel satu minggu adalah 5 hari. Penelitian atas tulisan-tulisan pada lempeng-lempeng batu mengungkapkan, bahwa hari-hari yg dinyatakan sebagai sabbatum bukanlah hari-hari berhenti kerja. Data-data perjanjian dari Mari (Tell el-Hariri) menunjukkan bahwa pekerjaan dilaksanakan kadang-kadang dalam jangka waktu beberapa hari lamanya, tanpa berhenti pada setiap hari ketujuh. Alkitab jelas mengaitkan asal mula sabat dengan contoh yg dilakukan Allah sendiri.
Hukum ke-4 memerintahkan untuk mengindahkan sabat. Kej tidak pernah menyebut sabat terpisah dari penciptaan. Namun ada singgungan tentang jangka waktu 7 hari (lih Kej 7:4, 10; 8:10, 12; 29:27 dab). Dapat dicatat kisah Ayub yg menceritakan 7 putranya mengadakan pesta masing-masing pada harinya sendiri-sendiri. Ini diiringi doa-doa dan korban-korban oleh Ayub demi anak-anak itu (Ayb 1:4, 5). Kegiatan ini bukan hanya satu kali dan tidak pernah terulang lagi, melainkan kegiatan yg dilakukan secara teratur. Hal ini mungkin merupakan petunjuk ibadah pada hari pertama dalam putaran suatu kurun hari. Setidak-tidaknya prinsip bahwa 1 hari dari 7 hari dikuduskan bagi Tuhan, nampaknya sudah diakui di sini.
Dalam Kel 16:21-30 disebut secara langsung tentang sabat yg dikaitkan dengan pemberian 'manna'. Sabat di sini dinyatakan sebagai anugerah Tuhan (ay 29), yg diperuntukkan bagi istirahat dan kepentingan umat (ay 30). Orang tidak usah bekerja pada hari sabat (yaitu untuk mengumpulkan manna) karena jatah ganda sudah disediakan pada hari ke-6.
Dengan demikian sabat dikenal oleh Israel, dan perintah untuk mengindahkannya wajib dimengerti. Dalam Kesepuluh Hukum dijelaskan bahwa sabat adalah milik Tuhan. Sebab itu pertama-tama sabat adalah hari-Nya, dan alasan dasar untuk mengindahkan sabat ialah bahwa hari itu adalah kepunyaan-Nya. Sabat adalah hari yg telah diberkati-Nya dan dikhususkan-Nya untuk peringatan. Ini tidak bertentangan dengan Kesepuluh Hukum yg dinyatakan dalam Ul 5:12 dab. Dalam bagian Alkitab ini umat diperintahkan untuk mengindahkan sabat dengan cara sebagaimana telah diperintahkan Tuhan (acuannya adalah Kel 20:8-11), dan bahwa sabat milik Tuhan dinyatakan lagi (ay 14). Namun suatu alasan tambahan bersifat imbuhan diberikan dalam pelaksanaan perintah itu. Israel diperintahkan mengindahkan sabat juga agar 'hambamu laki-laki dan hambamu perempuan dapat beristirahat sama seperti engkau'. Di sini kemanusiaan ditekankan; tapi di sini juga ditekankan bahwa sabat diadakan untuk manusia. Israel pernah menjadi budak di Mesir dan sudah dibebaskan; Israel harus menerapkan belas kasihan sabat terhadap orang-orang yg berada di bawah kekuasaan mereka, karena orang-orang itu adalah budak.
Dalam Kitab-kitab Pentateukh lainnya peraturan mengenai sabat dicatat. Menarik sekali bahwa acuan mengenai sabat ada dalam setiap kitab dari ke-4 kitab terakhir Pentateukh. Kej menyajikan tentang istirahat ilahi; ke-4 kitab lainnya menekankan tentang penetapan hari sabat. Hal ini menunjukkan pentingnya lembaga sabat itu. Peraturan mengenai sabat dapat dikatakan integral dan esensial bagi dasar hukum PL, yaitu Pentateukh (lih Kel 31:13-16; 34:21; 35:2 dab; Im 19:3, 30; 23:3, 38).
Terkait dengan ini muncullah pentingnya peraturan sabat berupa hukuman berat yg dikenakan terhadap orang yg mengingkari sabat. Ada seorang laki-laki mengumpulkan ranting-ranting kayu pada hari sabat. Untuk perbuatan ini pernyataan khusus dari Tuhan diundangkan, bahwa laki-laki itu harus dibunuh. (Lih J Weingreen, From Bible to Mishna, 1976, hlm 83 dst.) Dia menyangkal prinsip dasar sabat, yakni bahwa hari itu adalah milik Tuhan dan karenanya harus diindahkan sesuai perintah Tuhan (Bil 15:32-36).
Rumusan-rumusan para nabi didasarkan pada Pentateukh. 'Sabat' sering dihubungkan dengan 'bulan baru' (2 Raj 4:23; Am 8:5; Hos 2:11; Yes 1:13; Yeh 46:3). Apabila nabi-nabi seperti Hosea (Hos 2:11) menyebut hukuman ilahi terhadap bulan baru, sabat dan pesta lain, para nabi bukannya mengutuk begitu saja; mereka mengutuk penyalahgunaan sabat dan peraturan-peraturan Pentateukh lainnya.
Namun para nabi memang menunjuk kepada berkat-berkat yg menyertai perlakuan yg benar terhadap sabat. Ada orang yg mengotori sabat dan berbuat jahat pada hari itu (Yes 56:2-4), dan adalah keharusan menjauhi hal-hal demikian. Menurut suatu bagian yg dianggap klasik (Yes 58:13), Yesaya mengemukakan berkat-berkat yg menyertai perlakuan yg benar terhadap sabat. Hari itu bukanlah hari pada saat mana orang boleh berbuat apa saja menurut kemauannya, melainkan hari di mana ia harus melakukan kehendak Tuhan. Bukannya manusia, melainkan Tuhan-lah yg boleh menentukan bagaimana hari sabat harus diperlakukan. Mengakui bahwa hari itu suci bagi Tuhan akan membawa pengalaman yg sungguh-sungguh akan janji-janji-Nya.
Selama zaman Persia, mengindahkan sabat diberi penekanan lagi. Larangan kegiatan dagang pada hari Sabat (Am 8:5) dan mengangkut barang-barang pada hari Sabat (Yer 17:21 dab) yg telah diketahui sebelum Pembuangan, ditetapkan lagi oleh Nehemia (Neh 10:31; 13:15-22). Tapi selama masa antar Perjanjian, suatu perubahan terjadi perlahan-lahan terhadap pengertian mengenai maksud sabat. Di sinagoge-sinagoge hukum Taurat dipelajari pada hari sabat. Lama-kelamaan tradisi lisan berkembang di lingkungan masyarakat Yahudi, dan perhatian lebih dipusatkan kepada hal-hal kecil dalam memperingati hari itu.
Dua traktat dari Misyna, Shabbath dan Erubim, menyajikan ajaran tentang bagaimana sabat harus diperingati secara rinci. Rincian tata cara dan tradisi manusia yg menjadi beban atas perintah-perintah Allah -- itulah yg dikecam Tuhan Yesus. Kecaman-kecaman-Nya bukan ditujukan kepada lembaga sabat itu sendiri maupun ajaran PL. Tapi Ia menentang golongan Farisi yg telah menjadikan Firman Tuhan tidak berpengaruh akibat tradisi lisan yg membebani Firman itu. Kristus menyebut diriNya adalah Tuhan atas hari Sabat (Mrk 2:28). Dengan penyataan itu Ia bukannya meremehkan makna dan pentingnya sabat, dan sama sekali tidak menentang peraturan PL. Ia semata-mata menunjukkan arti sabat yg sesungguhnya bagi manusia, dan menyatakan hak-Nya untuk berbicara karena Ia sendiri adalah Tuhan dari sabat.
Sebagai Tuhan dari sabat, Yesus Kristus pergi ke sinagoge pada hari Sabat, sesuai kebiasaan-Nya (Luk 4:16). Cara-Nya memperingati sabat sesuai peraturan PL guna mengindahkan hari itu suci bagi Tuhan.
Dalam ketidaksetujuan-Nya dengan orang Farisi (Mat 12:1-14; Mrk 2:23-28; Luk 6:1-11) Tuhan Yesus menunjukkan kepada masyarakat Yahudi kesalahpahaman mereka mengenai perintah-perintah PL. Mereka telah membuat pengudusan sabat lebih keras daripada yg diperintahkan Allah sendiri. Tidak salah makan pada hari Sabat, sekalipun makanan itu harus didapat dengan memetik gandum di ladang. Juga tidak salah berbuat baik pada hari Sabat. Menyembuhkan adalah perbuatan belas kasihan, dan Tuhan dari hari Sabat itu penuh belas kasihan (lih juga Yoh 5:1-18; Luk 13:10-17; 14:1-6).
Pada hari pertama Tuhan bangkit dari kematian, justru orang Kristen berkumpul pada hari itu untuk beribadah kepada Kristus yg bangkit (Why 1:10). Hari ini adalah hari Tuhan, dan dengan demikian adalah sabat yg telah ditetapkan pada penciptaan.
KEPUSTAKAAN. J Orr, The Sabbath Scripturally and Practically Considered, 1886; N. H Snaith, The Jewish New Year Festival, 1947; J Murray, Principles of Conduct, 1957, hlm 30-35; W Rordorff, Sunday, 1968; F. N Lee, The Covenantal Sabbath, 1972; R. T Beckwith dan W Stott, This ia the Day, 1978; W Stott, NIDNTT 3, hlm 405-415; A Lamaire, RB 80, 1973, hlm 161-185; S Bacchiocchi, From Sabbath to Sunday: A Historical Investigation of the Rise of Sunday Observance in Early Christianity, 1977. EJY/FFB/S/HAO
Ke atas
PERHENTIAN/ISTIRAHAT [Kamus Browning]
--> Sabat sebagai hari istirahat atau perhentian, secara resmi didasarkan pada cerita Allah berhenti dari pekerjaan *penciptaan-Nya (Kej. 2:2). Kebutuhan untuk istirahat, baik bagi binatang (Yeh. 34:14), maupun bagi manusia (2Sam. 4:5) merupakan suatu bagian mutlak dari kehidupan Ibrani. Dalam PB janji Tuhan untuk akhir kehidupan disebut perhentian (Ibr. 4:1; Why. 14:13). Yang penting ialah bahwa istirahat Sabat itu tidak hanya memperingati pekerjaan yang lalu dari Allah, tetapi juga menatap pekerjaan yang belum selesai dari Kristus. Orang Ibrani telah gagal memenuhi hidup --> perjanjian mereka (Kel. 33:12-14) dalam persekutuannya dengan Allah. Para penulis PB menawarkan janji itu di dalam Kristus kepada orang-orang percaya.
Ke atas
SABAT [Kamus Browning]
Kata yang berarti penghentian (kerja). Jadi, hari perhentian kerja yang sangat penting bagi kehidupan orang Israel, dikukuhkan oleh perhentian kerja Allah sendiri dalam karya --> penciptaan (Kej. 2:1-3) dan diterima demikian dalam semua bagian Alkitab PL (walaupun tidak disebut-sebut dalam sastra kebijaksanaan). Perundang-undangan Sabat digariskan di Kel. 20:8-11; 31:12-17; 34:21; Ul. 5:12-15. Sabat adalah hari kesukaan (Hos. 2:11) dan untuk pergi ke Bait Allah (Yes. 1:13).Sebelum masa pembuangan disiplin Sabat belum mutlak dan dicatat (2Raj. 11:5-9), bahwa Atalya ditangkap dan dibunuh pada hari Sabat. Memang peraturan-peraturannya tidak mungkin berasal dari zaman Musa, karena mengandaikan suatu masyarakat pertanian, dan bukan suatu kumpulan suku pengembara yang berlainan-lainan. Nabi-nabi --> Yeremia dan --> Yehezkiel menuntut penekanan Sabat yang kuat (Yer. 17:19-27; Yeh. 20:11-24) dan merupakan satu segi penting dalam disiplin yang dibuat --> Nehemia setelah kembali dari pembuangan (Neh. 13:15-23). Sejak zaman itu Sabat makin menjadi tanda nyata dari identitas nasional Israel. Semula dalam pemberontakan Makabe orang Yahudi memilih mati daripada berperang (1Mak. 2:38), tetapi mereka sadar apabila mereka berpegang pada ketentuan itu lebih lanjut mereka akan musnah (1Mak. 2:41), maka mereka memutuskan untuk membela diri pada hari Sabat.Tahun Sabat diundangkan untuk tiap tahun ketujuh, pada waktu mana tanah harus tidak ditanami (Im. 16:31; 26:34, 43).Yesus beribadah pada hari Sabat di dalam --> sinagoga (Luk. 4:16). Tetapi, tradisi tentang sikap-Nya yang bertentangan dengan Sabat (Mrk. 2:28) dikaitkan dengan kepercayaan akan *kebangkitan-Nya pada hari ketiga (hari Minggu), menjadikan hari pertama ganti hari terakhir dalam sepekan sebagai hari ibadah Kristen (1Kor. 16:2).Namun, dalam bahasa modern populer non-Yahudi, Sabat sering digunakan untuk hari Minggu daripada hari Sabtu.
Ke atas
Yunani
Strongs #2663 καταπαυσις katapausis
καταπαυσις katapausiv:
εως tempat perhentian;
perhentian, istirahat (Kamus Barclay)
Strongs #4521 σαββατον sabbaton
σαββατον sabbaton:
Sabat (hari ketujuh), minggu (Kamus Yoppi)
ου [neuter] (sering jamak;
hari suci Yahudi untuk menyembah dan beristirahat) hari ketujuh, Sabat ( ημερα σαββατου ) hari Sabat);
Minggu ( μια atau πρωτη σαββατων μιαν ς. hari pertama dalam seminggu;
κατα μιαν ς. pada hari pertama setiap minggu, setiap hari minggu 1Kor 16.2;
δις του ς. dua kali seminggu Luk 18.12);
οδος ς. bnd οδος (Kamus Barclay)
Ke atas
Dalam Versi-Versi Alkitab:
Hari Sabat: BIS TB
Thursday, April 4, 2019
Kodok dan katak
https://id.wikipedia.org/wiki/Kodok_dan_katak
Loncat ke navigasiLoncat ke pencarian
Kodok dan katak
| Kodok dan Katak Rentang fosil: Jura - Kini, 200–0 jtyl | |
|---|---|
![]() | |
| Bangkong kolong (Bufo melanostictus) | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kingdom: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Amphibia |
| (tidak termasuk): | Salientia |
| Ordo: | Anura Duméril, 1806 (sebagai Anoures) |
| Subordo | |
| Distribusi alami kodok (hijau) | |
Katak (bahasa Inggris: frog) adalah binatang amfibi pemakan serangga yang hidup di air tawar atau di daratan, berkulit licin, berwarna hijau atau merah kecokelat-cokelatan, kaki belakang lebih panjang, pandai melompat dan berenang; sedangkan kodok, nama lain dari bangkong (bahasa Inggris: toad), memiliki kulit yang kasar dan berbintil-bintil atau berbingkul-bingkul, kerap kali kering, dan kaki belakangnya sering pendek saja, sehingga kebanyakan bangsa kodok kurang pandai melompat jauh.
Daftar isi
Kehidupan kodok dan katak[sunting | sunting sumber]
Kodok dan katak mengawali hidupnya sebagai telur yang diletakkan induknya di air, di sarang busa, atau di tempat-tempat basah lainnya. Beberapa jenis kodok pegunungan menyimpan telurnya di antara lumut-lumut yang basah di pepohonan. Sementara jenis kodok hutan yang lain menitipkan telurnya di punggung kodok jantan yang lembap, yang akan selalu menjaga dan membawanya hingga menetas bahkan hingga menjadi kodok kecil.Sekali bertelur katak bisa menghasilkan 5000-20000 telur, tergantung dari kualitas induk dan berlangsung sebanyak tiga kali dalam setahun.
Telur-telur kodok dan katak menetas menjadi berudu atau kecebong (b. Inggris: tadpole), yang bertubuh mirip ikangendut, bernapas dengan insang dan selama beberapa lama hidup di air. Perlahan-lahan akan tumbuh kaki belakang, yang kemudian diikuti dengan tumbuhnya kaki depan, menghilangnya ekor dan bergantinya insang dengan paru-paru. Setelah masanya, berudu ini akan melompat ke darat sebagai kodok atau katak kecil.
Kodok dan katak kawin pada waktu-waktu tertentu, misalnya pada saat bulan mati atau pada ketika menjelang hujan. Pada saat itu kodok-kodok jantan akan berbunyi-bunyi untuk memanggil betinanya, dari tepian atau tengah perairan. Beberapa jenisnya, seperti kodok tegalan (Fejervarya limnocharis) dan kintel lekat alias belentung (Kaloula baleata), kerap membentuk ‘grup nyanyi’, di mana beberapa hewan jantan berkumpul berdekatan dan berbunyi bersahut-sahutan. Suara keras kodok dihasilkan oleh kantung suara yang terletak di sekitar lehernya, yang akan menggembung besar manakala digunakan.
Pembuahan pada kodok dilakukan di luar tubuh. Kodok jantan akan melekat di punggung betinanya dan memeluk erat ketiak si betina dari belakang. Sambil berenang di air, kaki belakang kodok jantan akan memijat perut kodok betina dan merangsang pengeluaran telur. Pada saat yang bersamaan kodok jantan akan melepaskan spermanya ke air, sehingga bisa membuahi telur-telur yang dikeluarkan si betina.
Galeri[sunting | sunting sumber]
- Kodok tegalandewasa
Habitat dan makanan[sunting | sunting sumber]
Kodok dan katak hidup menyebar luas, terutama di daerah tropis yang berhawa panas. Makin dingin tempatnya, seperti di atas gunung atau di daerah bermusim empat (temperate), jumlah jenis kodok cenderung semakin sedikit. Salah satunya ialah karena kodok termasuk hewan berdarah dingin, yang membutuhkan panas dari lingkungannya untuk mempertahankan hidupnya dan menjaga metabolisme tubuhnya.
Hewan ini dapat ditemui mulai dari hutan rimba, padang pasir, tepi-tepi sungai dan rawa, perkebunan dan sawah, hingga ke lingkungan permukiman manusia. Bangkong kolong, misalnya, merupakan salah satu jenis katak yang kerap ditemui di pojok-pojok rumah atau di balik pot di halaman. Katak pohon menghuni pohon-pohon rendah dan semak belukar, terutama di sekitar saluran air atau kolam.
Kodok memangsa berbagai jenis serangga yang ditemuinya. Kodok kerap ditemui berkerumun di bawah cahaya lampu jalan atau taman, menangkapi serangga-serangga yang tertarik oleh cahaya lampu tersebut.
Sebaliknya, kodok juga dimangsa oleh berbagai jenis makhluk yang lain: ular, kadal, burung-burung , seperti bangau ,elang, garangan, linsang, dan juga dikonsumsi manusia.
Kodok membela diri dengan melompat jauh, mengeluarkan lendir dan racun dari kelenjar di kulitnya; dan bahkan ada yang menghasilkan semacam lendir pekat yang lengket, sehingga mulut pemangsanya akan melekat erat dan susah dibuka.
Berkembang Biak[sunting | sunting sumber]
Pada saat bereproduksi katak dewasa akan mencari lingkungan yang berair. Disana mereka meletakkan telurnya untuk dibuahi secara eksternal. Telur tersebut berkembang menjadi larva dan mencari nutrisi yang dibutuhkan dari lingkungannya, kemudian berkembang menjadi dewasa dengan bentuk tubuh yang memungkinkannya hidup di darat, sebuah proses yang dikenal dengan metamorfosis. Tidak seperti telur reptil dan burung, telur katak tidak memiliki cangkang dan selaput embrio. Sebaliknya telur katak hanya dilindungi oleh kapsul mukoid yang sangat permeabel sehingga telur katak harus berkembang di lingkungan yang sangat lembap atau berair.
Kodok dan manusia[sunting | sunting sumber]
Sudah sejak lama kodok dikenal manusia sebagai salah satu makanan lezat. Di rumah-rumah makan Tionghoa, masakan kodok terkenal dengan nama swie kee. Disebut 'ayam air' (swie: air, kee: ayam) demikian karena paha kodok yang gurih dan berdaging putih mengingatkan pada paha ayam. Selain itu, di beberapa tempat di Jawa Timur, telur-telur kodok tertentu juga dimasak dan dihidangkan dalam rupa pepes telur kodok.
Katak berperan sangat penting sebagai indikator pencemaran lingkungan. Tingkat pencemaran lingkungan pada suatu daerah dapat dilihat dari jumlah populasi katak yang dapat ditemukan di daerah tersebut. Latar belakang penggunaan katak sebagai indikator lingkungan karena katak merupakan salah satu mahluk purba yang telah ada sejah ribuan tahun lalu. Jadi katak tetap hidup dengan perubahan iklim bumi. Tentunya hanya pengaruh manusialah yang mungkin menyebabkan terancamnya populasi katak. Salah satunya adalah pembuangan limbah berbahaya oleh manusia ke alam. Limbah berbahaya inilah yang bisa mengancam keberadaan katak pada daerah yang tercemar. Selain itu, karena pentingnya kedudukan katak dalam rantai makanan, maka pengurangan jumlah katak akan menyebabkan terganggunya dinamika pertumbuhan predator katak. Bahkan terganggunya populasi katak dapat berakibat langsung dengan punahnya predator katak.
Akan tetapi yang lebih mengancam kehidupan kodok sebenarnya adalah kegiatan manusia yang banyak merusak habitat alami kodok, seperti hutan-hutan, sungai dan rawa-rawa. Apalagi kini penggunaan pestisida yang meluas di sawah-sawah juga merusak telur-telur dan berudu katak, serta mengakibatkan cacat pada generasi kodok yang berikutnya.
Jenis-jenis kodok dan katak[sunting | sunting sumber]
Beberapa jenis kodok yang umum didapatkan di Indonesia, di antaranya adalah
- bangkong bertanduk (Megophrys montana), di gunung-gunung
- bangkong serasah (Leptobrachium hasseltii), di hutan
- bangkong sungai (Bufo asper), di sekitar sungai
- bangkong kolong (B. melanostictus), di lingkungan rumah
- belentung (Kaloula baleata)
- kongkang kolam (Rana chalconota), di sekitar kolam, saluran air dan sungai
- kongkang gading (Rana erythraea), di kolam dan telaga
- bancet hijau (Occidozyga lima), di sawah-sawah
- kodok tegalan (Fejervarya limnocharis), di sawah dan tegalan
- kodok sawah (Fejervarya cancrivora), di sawah dan pematang
- kodok batu (Limnonectes macrodon), di sekitar sungai dan saluran air di kebun
- katak-pohon bergaris (Polypedates leucomystax), di dekat kolam dan genangan di kebun
- precil jawa (Microhyla achatina)
Kodok hutan:
- kongkang racun (Rana hosii), di hutan pedalaman
- kodok-puru hutan (Ingerophrynus biporcatus)
- katak kepala-pipih kalimantan (Barbourula kalimantanensis), berstatus terancam kepunahan, satu-satunya kodok yang tidak berparu-paru
- bangkong tuli (Limnonectes kuhlii), di tepi sungai atau aliran air
Berikut adalah beberapa jenis kodok yang berstatus kritis dan terancam di Indonesia.
- kodok merah (Leptophryne cruentata), berstatus kritis, endemik Jawa Barat
- kodok pohon ungaran (Philautus jacobsoni), kritis, endemik hutan Jawa Tengah
- kongkang jeram (Hula masonii), berstatus rentan, endemik Taman Nasional Gunung Halimun
- kodok pohon mutiara (Nytixalus margaritifer), rentan, endemik Taman Nasional Gunung Halimun
- kodok pohon kaki putih (Philautus pallidipes), rentan, endemik Taman Nasional Gunung Halimun
- kodok pohon jawa (Rhacophorus javanus), rentan, endemik Taman Nasional Gunung Halimun
- Bufo valhallae, endemik di Pulau Weh.
Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]
- (Inggris) Duellman, William E., Schlager, Neil (2003). "Animal Life Encyclopedia: Volume 6 Amphibians". Thomson-Gale ISBN 0-7876-5782-4
Subscribe to:
Comments (Atom)
