Thursday, October 18, 2018

Yahweh and its Meaning

Daftar Isi: HAAG: Adonai , El , Elohim , Elyon , Syadai , Yang Maha Kudus , Yehova ; KECIL: TUHAN Semesta Alam , Zebaoth ; ENSIKLOPEDIA: ALLAH, NAMA-NAMA , BAPAK, ALLAH , YANG MAHAKUASA ; BROWNING: EL SYADAI , ELOHIM , KURIOS , MAHATINGGI , NAMA ALLAH , TEOLOGUMENON , TETRAGRAMMATON , TUHAN BALA TENTARA , YAHWEH , YANG KUDUS DARI ALLAH , YANG MAHAKUASA , YANG MAHAKUDUS ALLAH ISRAEL , YEHOVAH ; YUNANI: 3841 παντοκρατορ pantokrator ; 4519 σαβαωθ sabaoth ; LAIN: Dalam Versi-Versi Alkitab ; Nama Allah Yehovah: --> Tuhan, Allah yang kekal. Kel 6:2. (Kamus Gering) Yehovah Nissi: Tuhan alamat ( panji ) ku. Kel 17:15. (Kamus Gering) Yehovah Syalom: Tuhan pokok keselamatan. Hak 6:24. (Kamus Gering) Yehovah Yireh: Tuhan mengadakan. Kej 22:14. (Kamus Gering) Ke atas Adonai [Kamus Haag] Adonia. (Bhs. Ibr.: Tuhan adalah Yahwe). Seorang putera Daud dengan Hagit. Ia lahir di Hebron (2Sam 3:4; 1Taw 3:2). Selaku saudara lebih tua dari saudara-saudaranya yang masih hidup, ia mencari bala bantuan untuk memperoleh takhta kedudukan Daud baginya lewat panglima perang Yoab dan imam Abyatar. Hal itu dilakukannya tanpa sepengetahuan Daud yang mulai menjadi tua. Adapun partai tandingannya (Natan, Zadok, Batsyeba) menggagalkan usaha itu. mereka berusaha memaksa Daud untuk cepat-cepat mengangkat Salomo. ~A. mengungsi ke Mezbah (sebagai tempat --> Perlindungan Pengejaran/Asyl) dan memperoleh belas kasihan Salomo (1Raj 1:5-53). Di waktu kemudian Benaya disuruh Salomo untuk membunuhnya (1Raj 2:13-25), tatkala ~A. berminat mengawini --> Abisag. Ke atas El [Kamus Haag] El. (1) Sebutan Semit tertua bagi Allah. Etimologinya tidak jelas. Kemungkinan terbesar kata itu diambil dari 'wl (: yang kuat). Hakikinya adalah kemuliaan dan keagungan (bdk. Hos 11:9; Yes 31:3; Yeh 28:2). El dipakai sebagai kata benda (plural: Elim, Elohim) maupun sebagai nama pribadi suatu illah tertentu. Di Babilon dan di Asyur nama dewa itu dapat menjadi bagian nama pribadi orang. Lazimnya unsur illahi yang dipakai adalah Ilu. Biasanya nama itu adalah sebuah nama "genus". Di dalam bahasa Aram banyak nama pribadi yang menggunakan unsur ~E itu. Barangkali yang dimaksudkan adalah ~El yang dipuja oleh bangsa Aram pada abad ke-8. Di dalam naskah-naskah Ugarit ~El menampakkan dirinya sebagai dewa tertinggi. Ia dilukiskan sebagai aki-aki (: Bapak segala tahun) dan raja dunia (bdk.: Yos 19:38). Lambat-laun pandangan aki-aki ini di desak oleh --> Baal yang muda dan penuh kegairahan. Nama-nama di Arab yang dibentuk dengan unsur illahi itu sedemikian banyaknya, sehingga bisa disimpulkan, bahwa orang menyembah dewa ~E yang Esa dan tunggal. Di kemudian harinya banyak allah asing yang mereka terima. Bangsa Isr. menggunakan nama ~E sebagai nama "genus" (Misalnya: Kej 31:13; Kel 15:11; 20:5; Ul 5:9; 6:15; Mazm 58:2), atau untuk memanggil Allah yang Esa (Misalnya: Yes 40:18; Mazm 10:11-12). Nama ~E juga dipakai dalam nama-nama perorangan, seperti misalnya: Elia, Elihu, Elisa, Ismael. Pemakaian lebih lanjut seperti: El-Syaddai, El Olam (Allah yang (Allah yang kekal: Kej 21:33), El Roi (Allah yang melihatku: Kej 16:13), El Betel (Allah yang mewahyukan Diri di Betel: Kej 28:12-22). Semua itu memberi petunjuk akan penampakan oleh Allah atau tempat tinggalNya. Lebih sering lagi ditemukan ungkapan-ungkapan seperti: ~El dari pada Bapakmu (Misalnya:Kej 26:24; 28:13). Ungkapan itu menunjukkan hubungan mesra antara Allah dengan para anggota sebuah suku bangsa. Sejak perjanjian dengan Abraham itu ~E dipandang sebagai Allah Isr. (Kej 33:20) dan semua dewa dipandang sebagai "Dewa asing" (Kej 35:2,4; Yos 24:20,23; Hak 10:16). (2) Dari akar kata yang sama seperti ~E adalah 'eloah (: Hampir digunakan secara khusus dalam bahasa yang tinggi) dan kata jamaknya 'Elohim (Dalam Pl disebutkan lebih dari 2000 kali). Bentuk jamak ini bisa berarti: banyak Allah (Misalnya: Kel 18:11; Ul 10:17; Hak 9:13). Pada umumnya bentuk jamak itu dikaitkan dengan kata-kerja singular, sehingga diartikan sebagai satu singular. Dengan kata Elohim, orang tidak hanya memanggil Allah bangsa Isr., tetapi juga Kemos, dewa bangsa Moab (Hak 11:24), Isytar, dewi bangsa Sidon (1Raj 11:5) atau Baal-sebub, dewa dari Ekron (2Raj 1:2). Bentuk jamak itu bukanlah sebuah peninggalan dari zaman pemujaan banyak dewa (Yos 24:2,14-15), melainkan sebuah perluasan pengertian, artinya: sebuah pemuliaan seorang pribadi untuk menunjukkan perwakilan yang umum (: dalam arti sebuah bentuk abstraksi: ke-Allahan). Jadi: Elohim adalah Allah esa yang benar, yang memiliki semua sifat ~E. Tradisi --> Elohis terutama menggunakan kata tersebut dalam arti yang baru saja diuraikan. Ke atas Elohim [Kamus Haag] ELOHIM --> EL. (2). Lih. Kata/Topik 19955 Ke atas Elyon [Kamus Haag] ELYON --> EL. Lih. Kata/Topik 19955 Ke atas Syadai [Kamus Haag] SYADAI --> EL. Lih. Kata/Topik 19955 Ke atas Yang Maha Kudus [Kamus Haag] YANG MAHA KUDUS --> KENISAH. Lih. Kata/Topik 20249 Ke atas Yehova [Kamus Haag] Yehova. Suatu kebiasaan salah membaca yang dilakukan orang-orang Kristen dan timbul sekitar tahun 1100 untuk membaca nama Yahwe. Hal itu diakibatkan oleh naskah Kitab Suci sendiri yang dilakukan para Masorit. Nama Yahwe yang tidak diberi tanda huruf terbuka itu dibubuhi tanda-tanda vokal Adonia (Tuhan). --> Orang Masorit tidak berani mengucapkan nama Yahwe. Ke atas TUHAN Semesta Alam [Kamus Kecil] TB- Sebutan Allah Israel yang mengutamakan kekuasaan-Nya atas langit dan bumi dan atas segala kekuatan duniawi (Ibrani: --> Zebaoth berarti: tentara). Ke atas Zebaoth [Kamus Kecil] TB- Lihat --> TUHAN semesta alam --> 20871 Ke atas ALLAH, NAMA-NAMA [Ensiklopedia] Dari sekian nama, gelar, atau gambaran tentang Allah dalam PL ada tiga kata dasar utama, yakni 'el, 'elohim, dan Yahweh (Yehovah). Adalah perlu dari awal memahami arti ketiga nama itu, dan hubungannya satu dengan yg lain. I. Nama-nama utama a. El El ('el), dalam Alkitab terjemahan bh Inggris dipakai kata God atau god ('Allah' atau 'dewa'). Kata padanan ini mempunyai bentuk yg sama asalnya dalam bh-bh Semitis lainnya, dan berarti suatu allah atau dewa dalam pengertian yg paling luas. Benar atau tidak, bahkan berarti suatu patung yg diperlakukan seperti dewa (Kej 35:2). Karena sifatnya yg umum ini maka kata ini sering dihubungkan dengan kata sifat (ajektif) dan sebutan (predikat) tertentu. Misalnya Ul 5:9 mencatat 'Aku, TUHAN (Yahweh), Allah-mu ('elohim), adalah Allah ('el) yg cemburu', atau Kej 31:13, 'Allah ('el) yg di Betel'. Tapi dalam lembaran-lembaran naskah Ras Syamra, El adalah kata benda nama diri, nama dari 'Allah akbar' orang Kanaan yg anaknya adalah Ba'al. Bentuk jamak dari 'el ialah 'elohim, dan bila dipakai sebagai jamak diterjemahkan 'dewa-dewa' (tapi lih uraian berikut). Ini mungkin hanyalah patung-patung dari kayu dan batu (Ul 4:28), atau makhluk-makhluk khayalan yg mereka gambarkan (Ul 12:2). b. Elyon, El Elyon 'El `elyon, 'Allah Yg Mahatinggi', adalah gelar Allah seperti yg disembah oleh Melkisedek (lih di bawah). `Elyon terdapat dalam Bil 24:16 dan di tempat lain. Dalam Mzm 7:17 sebutan ini dirangkaikan dengan Yahweh, dan dalam Mzm 18:13 sejajar dengan Yahweh. Lih juga Dan 7:22, 25 di mana bentuk jamak bh Aram 'elyonin digunakan; di tempat lain dalam Kitab Dan bh Aram yg sama artinya dengan bh Ibrani `elyon ialah 'illaya (mis Dan 4:17; 7:25). c. Elohim Meskipun merupakan bentuk jamak (`elohim), Elohim dapat dipakai sebagai bentuk tunggal, yg berarti Allah Yg Mahatinggi. Kata tersebut dari sudut tata bahasa dianggap kata benda biasa, mengandung pengertian yg mencakup segala sesuatu yg termasuk konsep Allah, yg berbeda dengan manusia (Bil 33:19) dan makhluk-makhluk ciptaan lainnya. Penggunaan nama ini mengacu kepada hubungannya dengan kosmik dan semesta dunia (Kej 1:1), karena hanya ada satu Allah Yg Mahatinggi dan benar, dan Ia adalah sang Pribadi; 'elohim mendekati sifat kata benda nama diri, sedangkan kualitas abstrak dan konseptualnya tidak hilang. d. Eloah Kata ini (`eloah) ialah bentuk tunggal dari 'elohim, dan mempunyai arti yg sama dengan 'el. Dalam PL kata ini terutama sekali ditemukan dalam puisi (mis Ul 32:15, 17; paling sering dlm Kitab Ayb). Bh Aram yg sejajar dengan kata ini ialah 'elah. e. Yahweh (Yehowa) Kata Ibrani Yahweh kadang-kadang diterjemahkan Yehowa. Asal nama yg terakhir ini sebagai berikut. Naskah ash bh Ibrani tidak membubuhkan tanda-tanda huruf hidup; pada kurun waktu 'tetragrammaton' (4 huruf) YHWH dianggap teramat suci untuk diucapkan; jadi 'adonay (Tuhan-ku) dipakai sebagai penggantinya bila membacakannya, dan huruf-huruf hidup dari perkataan ini digabungkan dengan huruf-huruf mati YHWH sehingga terbentuklah 'Yehowa' (h) suatu bentuk yg pertama kalinya diperkenalkan pada permulaan abad 12 M. Sebutan Yahweh ditampilkan melalui penyalinan huruf (transliterasi) nama tersebut ke bh Yunani dalam kesusastraan Kristen kuno, dalam bentuk iaoue (Klemen dari Aleksandria) atau iabe (Theodoret; pada waktu itu huruf Yunani b diucapkan v). Nama itu tentu dihubungkan dengan bh Ibrani haya, 'ada', atau lebih tepat, dengan bentuk kata dasar yg lebih dahulu digunakan yaitu hawa. Tapi kata ini janganlah dianggap sebagai aspek imperfektif dari kata kerja haya; konyugasi Hiph'il, satu-satunya bentuk bagi bentuk tersebut dapat diberikan, tidak terdapat untuk kata kerja ini; dan aspek imperfek dari konyugasi Qal tidak mungkin mempunyai huruf hidup a dalam suku kata pertama. Yahweh harus dipandang sebagai substantif langsung, di mana asal kata hwh didahului oleh preformatif y. Lih L Kochler dan W Baumgartner, Lexicon in Veteris Testamenti Libros, 1958, hlm 368 dst; juga L Kochler, Vom Hebraischen Lexikon, 1950, hlm 17 dst. Sesungguhnya, Yahweh adalah satu-satunya 'nama' Allah. Dalam Kitab Kej di mana saja perkataan syem ('nama') dihubungkan dengan Allah, nama tersebut adalah Yahweh. Ketika Abraham atau Ishak mendirikan mezbah bagi Tuhan, 'ia memanggil nama Yahweh' (Kej 12:8; 13:4; 26:25). Secara khusus Yahweh adalah Allah para Bapak leluhur Israel, justru berulang-ulang ungkapan 'Yahweh Allah (Elohim) Abraham' dan kemudian Ishak dan akhirnya `Yahweh, Allah Abraham, dan Allah Ishak, dan Allah Yakub', dan mengenai hal tersebut Elohim berkata, 'itulah nama-Ku untuk selama-lamanya' (Kel 3:15). Karena itu, Yahweh -- berbeda dari Elohim -- adalah kata benda nama diri, nama diri Oknum meskipun Oknum tersebut adalah Allah. Dalam hal ini menunjukkan Allah sebagai Oknum, dan dengan demikian mempertemukan Allah dengan tokoh-tokoh manusia dalam suatu hubungan, membawa Allah dekat kepada manusia, dan Ia berbicara kepada para Bapak leluhur sebagai teman terhadap yg lain. Penyelidikan atas kata 'nama' dalam PL menunjukkan betapa besarnya arti kata tersebut dalam bh Ibrani. Nama bukan hanya sekedar nama, tapi dalamnya terkandung arti kepribadian yg sesungguhnya dari si penyandang nama itu. Nama bisa berasal dari keadaan lingkungan pada waktu ia lahir (Kej 5:29), atau mencerminkan karakter seseorang (Kej 27:36), dan pada waktu seseorang membubuhkan 'nama'-nya pada suatu benda atau kepada orang lain, maka yg lain tersebut berada di bawah pengaruh dan perlindungannya. f. Yahweh Elohim Kedua kata ini digabungkan dalam cerita Kej 2:4 -- Kej 3, meskipun 'elohim' saja yg digunakan dalam percakapan antara Hawa dan ular. Jika cerita mengenai Eden berhubungan dengan aslinya dalam bh Sumer, maka kemungkinan cerita itu telah dibawa oleh Abraham dari Ur, dan dengan demikian ada kemungkinan untuk menerangkan pemakaian nama ini dalam kedua ps ini, yg berbeda dengan ps-ps sekitarnya. g. Bagaimana El, Elohim, dan Yahweh dihubungkan Kini dapatlah dipertimbangkan apakah ketiga kata ini Sama atau berbeda dalam pemakaiannya. Kendati kadang-kadang salah satu dari ketiga kata ini digunakan untuk Allah, ketiganya benar-benar tidaklah sama, bahkan dapat dipertukarkan. Dalam cerita Kej 14, yg dianggap sebagai cerita yg memberikan gambaran yg benar tentang situasi pada awal milenium kedua sM, disajikan peristiwa pertemuan Abraham dengan Melkisedek, seorang imam 'el 'elyon, 'Allah Yg Mahatinggi'. Di sini kita lihat 'nama' atau gelar Melkisedek yg mengacu kepada Allah yg ia sembah. Akan nyata jelas suatu kekeliruan bila el 'elyon diganti baik dengan Elohim atau 'Yahweh' (Kej 14:18). Melkisedek memberkati Abraham dalam nama 'el 'elyon, 'Pencipta langit dan bumi', di mana ia menunjuk 'el 'elyon sebagai Allah Yg Mahatinggi (ay 19, 20). Raja Sodom memberikan harta benda kepada Abraham, yg dia tolak sambil mengangkat tangannya kepada Yahweh, 'el 'elyon, 'Pencipta langit dan bumi' (Kej 14:22). Ia maksudkan bahwa ia juga menyembah Allah Yg Mahatinggi, Allah yg sama (karena hanya ada satu Allah), tapi ia mengenal-Nya dengan nama 'Yahweh'. Menurut Kej 27:20 Yakub menipu ayahnya dengan kata-kata, 'Karena Yahweh Allah-mu (Elohim) membuat aku mencapai tujuanku'. Untuk mempertukarkan 'Yahweh' dan 'Elohim' di sini tidaklah mungkin. Yahweh adalah nama yg dengannya ayahnya menyembah Allah (Elohim) Yg Mahatinggi. II. Penyataan kepada Musa Penyataan Allah kepada Musa di belukar duri yg menyala-nyala adalah salah satu peristiwa yg paling khas mencolok dan paling meyakinkan dalam Alkitab. Sesudah kata-kata pembukaan, Allah memperkenalkan diriNya demikian, 'Aku-lah Allah (Elohim) ayahmu' (Kel 3:6). Hal ini serta merta menyatakan bahwa Musa pasti mengetahui nama dari Allah ayahnya. Ketika Allah menyatakan maksud-Nya untuk melepaskan Israel melalui tangan Musa, Musa menunjukkan keseganan dan berdalih. Musa bertanya, 'Apabila ... orang-orang Israel ... bertanya, apakah (mah) nama-Nya? Apakah yg harus kujawab kepada mereka?' (Kel 3:13). Cara biasa menanyakan nama seseorang ialah memakai kata ganti mi; memakai mah memerlukan jawaban yg lebih jauh, dan memberikan arti ('apa?') atau hakekat dari nama tersebut. Hal ini membantu untuk menjelaskan jawaban yg diberikan, 'AKU ADALAH AKU' ('ehyeh 'asyer 'ehyeh), dan Allah berkata, 'Beginilah kau katakan kepada orang Israel itu: AKU-LAH AKU telah mengutus aku kepadamu' (Kel 3:14). Dengan penyataan ini tidak akan timbul pikiran dalam benak Musa bahwa Allah mengumumkan suatu nama baru; dan ungkapan ini tidak menyebut suatu 'nama'; inilah arti pokok dan asasi dari nama yg Musa kenal. Di sini kita mendapati permainan kata; 'Yahweh' diartikan dari kata' ehyeh. M Buber menerjemahkan kata ini dengan 'Aku akan ada seperti Aku akan ada', dan menjelaskannya sebagai janji tentang kuasa Allah dan kehadiran-Nya yang terus-menerus bersama mereka dalam proses pembebasan (Moses, hlm 39-55). Bahwa arti kata-kata tersebut adalah demikian, yg terjemahannya kedengarannya mengandung teka-teki, diperlihatkan dalam ay berikut yg berbunyi, 'Yahweh, Allah nenek moyangmu, Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub, telah mengutus aku kepadamu: itulah nama-Ku untuk selama-lamanya' (Kel 3:15). Isi lengkap dari nama itulah yg pertama diberikan, nama itu sendiri menyusul kemudian. III. Interpretasi Kel 6:2-3 Dalam Kel 6 terdapat lanjutan dari penyataan sebelumnya: Yahweh selanjutnya menginstruksikan Musa tentang bagaimana caranya berurusan dengan Firaun dan dengan bangsanya sendiri (Kel 6:1-6). Ay yg diperdebatkan ialah, 'Aku-lah TUHAN; Aku telah menampakkan diri kepada Abraham, Ishak dan Yakub sebagai Allah Yg Mahakuasa tetapi dengan nama-Ku TUHAN Aku belum menyatakan diri' (Kel 6:2). Penyataan sebelumnya, yaitu kepada para Bapak leluhur Israel, adalah mengenai janji-janji yg penggenapannya masih jauh di depan; maksudnya bahwa mereka harus diyakinkan bahwa Ia, Tuhan (Yahweh), adalah Allah ('el) Yg Mahakuasa (syadday) yg sanggup memenuhi janji-janji tersebut. Penyataan Allah di semak belukar yg bernyala-nyala adalah lebih hebat dan lebih mendalam, kuasa Allah dan kehadiran-Nya yg selalu dan terus-menerus di tengah-tengah mereka, semuanya itu terjalin dalam nama Yahweh yg mereka kenal itu. Selanjutnya, 'Aku-lah TUHAN (Yahweh), Allah-mu' (Kel 6:6) adalah ungkapan yg memberikan kepada mereka segala kepastian yg mereka perlukan tentang maksud-Nya, kehadiran-Nya dan kuasa-Nya. Lih Kej 17:1; 35:11; 48:3 untuk keterangan penyataan diri Allah kepada para Bapak leluhur Israel sebagai Tuhan Yg Mahakuasa ('el syadday) pada saat Ia memulai atau menguatkan perjanjian-Nya dengan mereka. Sayang ay-ay tersebut dalam 'hipotesis dokumenter' dianggap karangan I (P), yg tak masuk akal. IV. Nama-nama khusus yg mengandung El atau Yehovah a. 'El 'Olam Di Bersyeba Abraham menanam sebatang pohon tamariksa, dan 'memanggil di sana nama Tuhan (Yahweh), 'el `olam' (Kej 21:33). Di sini 'TUHAN' (Yahweh) adalah nama-Nya, dan penjelasan nama itu disebutkan sesudahnya yaitu, 'Allah yg kekal'. FM Cross meminta perhatian terhadap bentuk asli dari nama ini, yaitu 'El dhu-'Olami, yg berarti Allah kekekalan (bnd W. F Albright dlm Bibliotheca Orientalis 17, 1960, hlm 242). b. 'El-'Elohe-Israel Yakub, ketika tiba di Sikhem, membeli sebidang tanah dan di sana ia mendirikan mezbah dan menamakannya 'el-' elohe-Yisra'el (Kej 33:20), yg berarti 'Allah ('el) adalah Allah ('elohim) dari Israel'. Dengan cara ini ia memperingati pertemuan yg baru saja ia alami dengan malaikat di tempat yg ia namai Pniel(peni-'el, yg berarti 'muka Allah', Kej 32:30). Jadi ia menerima Israel sebagai namanya dan taat beribadah kepada Allah. c. Yehovah-yireh Dalam Kej 22 ketika malaikat Tuhan menunjukkan seekor domba jantan sebagai Korban bakaran pengganti Ishak, Abraham menamai tempat itu Yahweh yir'eh, yg berarti 'TUHAN menyediakan' (ay 8, 14). d. Yehovah-nissi Dalam cara yg agak sama, Sesudah mengalahkan orang-orang Amalek, Musa mendirikan sebuah mezbah dan menamainya Yahweh nissi, yg berarti 'TUHAN-lah panji-panjiku'. Tapi ini bukanlah nama-nama Allah, melainkan sebagai peringatan terhadap peristiwa-peristiwa tersebut. e. Yehovah-syalom Ini adalah nama yg diberikan oleh Gideon kepada mezbah yg ia dirikan di Ofra, Yahweh syalom, 'TUHAN adalah keselamatan' (Hak 6:24). f. Yehovah-tsidkenu Ini adalah nama yg dengannya Mesias akan dikenal, Yahweh tsidqenu, artinya 'TUHAN keadilan kita' (Yer 23:6; 33:16) bertentangan dengan raja Yehuda yg terakhir, yg tidak pantas memikul nama Zedekiah (tsidqiyahu, yg berarti 'TUHAN adalah keadilan'). g. Yehovah-syamma Nama ini diberikan kepada kota dalam penglihatan Yehezkiel, Yahweh-syamma, yg berarti 'TUHAN hadir di situ' (Yeh 48:35). h. TUHAN semesta alam Berbeda dari nama-nama di atas, Yahweh seba'ot, 'TUHAN semesta alam' adalah gelar Allah. Nama ini tidak terdapat dalam Kitab-kitab Pentateukh; pertama kali muncul dalam 1 Sam 1:3 sebagai gelar yg dengannya Allah disembah di Silo. Nama ini dipakai oleh Daud waktu ia menghadapi Goliat, orang Filistin itu (1 Sam 17:45); dan Daud menggunakannya lagi sebagai klimaks dari nyanyian kemenangan yg gilang-gemilang (Mzm 24:10). Nama ini biasa dipakai dalam kitab nabi-nabi (88 kali dlm Yer), dan dipakai untuk menunjukkan bahwa TUHAN setiap saat adalah Penyelamat dan Pelindung bagi umat-Nya (Mzm 46:7,11). Anti harfiah seba'ot ialah tentara. Yg dimaksud mula-mula mungkin tentara Israel (bnd 1 Sam 17:45), tapi segera diperluas menjadi seluruh tentara langit, siap sedia untuk melaksanakan perintah Allah, jadi TB memakai 'Tuhan semesta alam'. i. TUHAN Allah Israel Gelar ini (Yahweh 'elohe Yisra'el) ditemukan mula-mula dalam nyanyian Debora (Hak 5:3), dan seringkali dipakai oleh para nabi (mis Yes 17:6; Zef 2:9). Gelar ini mengikuti urutan 'Allah Abraham, Ishak, dan Yakub'. Dalam Mzm 59:5 gelar ini digabungkan dengan gelar yg disebut terdahulu. j. Yg Mahakudus Allah Israel Gelar ini (qedosy Yisra' el) adalah gelar yg sangat digemari Yesaya (29 kali -- 1:4 dab) baik dalam nubuat-nubuatnya yg terdahulu maupun yg kemudian, dan juga dalam Yer dan Mzm. Agak sama dengan gelar ini ialah 'Sang Mulia dari Israel' (netsakh Yisra'el, 1 Sam 15:29) digunakan oleh Samuel, dan 'abir Yisra'el (Yes 1:24 dll), 'Yg Mahakuat Pelindung Israel' k. Yg Lanjut Usia-Nya Ini adalah gambaran (Aram 'attiq yomin) yg diberikan oleh Daniel, yg menggambarkan Allah dan takhta pengadilanNya, mengadili kerajaan dunia yg besar (Dan 7:9, 13, 22). Gelar ini digunakan bergantian dengan gelar 'Yg Mahatinggi' (Aram 'illaya, 'elyonin, ay 18, 22, 25, 27). KEPUSTAKAAN. W. F Albright, Yahweh and the Gods of Canaan, 1968; A Alt, 'The God of the Fathers', dalam Essays on OT History and Religion, 1966, hlm 1-77; F. M Cross, Yahweh and the God of the Patriarchs, HTR 55, 1962, hlm 225-259; 0 Eissfeldt, El and Yahweh, JSS 1, 1956, hlm 25-37; G. T Manley, The Book of the Law, 1957, hlm 37-47; J. A Motyer, The Revelation of the Divine Name, 1959; A Murtonen, A Philological and Literary Treatise on the Divine Names 'el, 'eloah, 'elohim and Yahweh, 1952. GTM/JMP Ke atas BAPAK, ALLAH [Ensiklopedia] Lihat ALLAH, NAMA-NAMA. Ke atas YANG MAHAKUASA [Ensiklopedia] Nama Allah yg dipakai 48 kali dalam PL (mis Kej 49:25; Ayb 5:17) untuk menerjemahkan bh Ibrani shaddai, yg arti akar katanya tidak jelas. Kata itu kadang-kadang dipakai dalam hubungan dengan 'el, 'Allah', dan diterjemahkan 'Allah Yg Mahakuasa' (Kej 28:3; Yeh 10:5). 'Dalam PB kata itu terdapat 8 kali dalam Why dan juga dalam 2 Kor.6:18 untuk menerjemahkan bh Yunani pantokrator, 'yg penuh kuasa'. Lih N Walker, 'A New Interpretation of the Divine. Name Shaddai', ZATW, 1960, hlm 64-66. JDD/MHS/HAO Ke atas EL SYADAI [Kamus Browning] Sebutan bagi Allah dalam Yeh. 10:5 dan (tanpa El) sering kali dalam Ayub, tetapi selebihnya hanya terdapat dalam sumber --> P dari --> Pentateukh. Terjemahan tradisional adalah 'Allah Yang Mahakuasa'. Ke atas ELOHIM [Kamus Browning] Kata ini berbentuk jamak, yang secara harfiah berarti 'ilah-ilah' (seperti dalam Kel. 20:3), namun biasanya digunakan untuk Allah Israel, sebagai Yang Mahakuasa, bentuk pemujaan seperti dalam bahasa-bahasa lain. Bentuk tunggal El juga ditemukan, terutama dalam Kitab Ayub. Penggunaan Elohim pada salah satu sumber --> Pentateukh, sejak pemanggilan --> Abraham (Kej. 22:1-19) hingga Allah menyatakan nama-Nya sebagai Yahweh (Kel. 3:13-15), menunjuk kepada satu sumber dan menyebabkan sumber tersebut dinamakan sumber --> E. Diperkirakan sumber ini berasal dari wilayah utara pada periode abad ke-9 hingga ke-8 sM. Ke atas KURIOS [Kamus Browning] Kata Yunani yang berarti 'tuan', 'guru', 'majikan' (mis. Mat. 25:11), tetapi dalam --> LXX dipakai juga untuk menerjemahkan nama --> Yahweh dalam bahasa Ibrani. Dalam bahasa Kristen kurios dikenakan kepada Yesus sebagai 'Tuhan', yang ditinggikan di atas kedudukan manusia (Rm. 14: 8-9) dan Paulus menyebut saudara-saudara Yesus sebagai 'saudara-saudara Tuhan' (1Kor. 9:5; Gal. 1:19) yang sekalipun menunjuk kepada Yesus sebelum ditinggikan namun lebih dari manusia biasa. Menurut *Josephus, orang Yahudi menolak menyebut penguasa Romawi kurios, karena gelar Tuhan itu hanyalah bagi Allah. Tetapi, Paulus mengenakan ayat-ayat PL yang mengenai Allah kepada Yesus (mis. Yes 45:23). Kepada Tuhan Yesus Kristuslah semua orang harus bertekuk lutut dan mengaku (Flp. 2:10 dst.) Bentuk kalimat liturgis: 'Kyrie eleison' ('Tuhan kasihani'), menjadi doa litani dalam peribadahan Kristen sejak abad ke-4. Ke atas MAHATINGGI [Kamus Browning] Sering digunakan untuk Allah dalam PL (seperti dalam Mzm. 21:8; 91:1), kadang-kadang dalam PB, seperti waktu roh jahat menyebut Yesus 'Anak Allah yang Mahatinggi' (Mrk. 5:7). Juga dalam pembelaan --> Stefanus (Kis. 7:48). Ke atas NAMA ALLAH [Kamus Browning] 1. Dalam PL. Yahweh: apabila dibacakan keras-keras digantikan dengan gelar Adonai ('Tuhanku yang Mahabesar'), karena rasa hormat yang mendalam. Apabila pada huruf-huruf Ibrani YHWH ditambahkan huruf-huruf hidup, maka huruf-huruf hidup itu diambil dari 'Adonai' untuk menyadarkan si pembaca supaya membaca Adonai (dari situlah muncul ucapan cangkokan yang salah: 'Yehovah'). Beberapa penulis modern Yahudi mematuhi penghormatan tradisional itu dengan menuliskan 'G-d' (untuk bahasa Indonesia barangkali A-h)El: Allah, dalam perbendaharaan kata Kanaan, tetapi juga dijumpai dalam PL, kadang-kadang dalam gabungan dengan kata lain, mis. Betel = rumah Allah.Elohim: bentuk yang lebih umum dalam PL. Bentuk jamak menekankan keagungan.El Shadai: Allah Mahakuasa (aslinya mungkin, Allah gunung-gunung).Adonai: Tuhanku yang Mahabesar -- digunakan untuk raja-raja, tetapi sesudah masa pembuangan dipakai dalam ibadah menggantikan 'Yahweh'.Baal: dewa Kanaan, yang kadang-kadang disembah Israel, lalu mereka dicela oleh --> Hosea dan nabi-nabi lain.2. Dalam PB. Theos: kata dasar untuk Allah digunakan dalam --> LXX untuk menerjemahkan kata Ibrani Elohim. Kata ini digunakan satu kali untuk Yesus (Yoh. 20:28). --> Kurios: kata Yunani yang digunakan untuk Yahweh dalam LXX, dan dicetak Tuhan dalam bahasa Indonesia TB. Sering digunakan untuk Yesus (mis. Yoh. 20:28), tetapi dapat juga dipakai untuk orang-orang dalam kedudukan tinggi, 'Tuan' (Mat. 27:63; Yoh. 12:21). Kata Yunani lain, despotes, yang berarti Tuhan, kita dapatkan dalam LXX untuk Allah dan diterjemahkan; 'Tuhan' (TB. Luk. 2:29) dan untuk Yesus pada 2Ptr. 2:1, yang oleh TB diterjemahkan dengan penguasa'. --> Alfa dan Omega: huruf pertama dan terakhir dalam abjad Yunani, yang menyatakan Allah sebagai awal dan akhir (Why. 1:8). dan dikenakan kepada Yesus (Why. 22:13).Yang Kudus: digunakan untuk Allah oleh Yesaya dalam PL dan dalam PB (Why. 16:5), tetapi juga untuk Yesus (Mrk. 1:24; Luk. 4:34; Yoh. 6:69). Ke atas TEOLOGUMENON [Kamus Browning] Suatu cara membicarakan Allah atau hal-hal ilahi tanpa memakai nama Allah, misalnya 'tiang awan' yang menyertai orang Israel di gurun. Ke atas TETRAGRAMMATON [Kamus Browning] Bahasa Yunani yang berarti 'empat huruf', yaitu nama suci dari Allah, yang terdiri dari empat konsonan YHWH (Kel. 3:15). Karena dipandang terlalu suci untuk diucapkan, para pembaca naskah Alkitab menyebut 'Adonai' (Tuhan) sebagai gantinya. Pada waktu tanda vokalnya disisipkan ke dalam nama YHWH itu, terciptalah bunyi --> Yehovah yang selama turun-temurun muncul dalam terjemahan-terjemahan tertentu. Dalam TB-LAI Yahweh diterjemahkan Tuhan (Elohim bahasa Ibrani adalah Allah). Ke atas TUHAN BALA TENTARA [Kamus Browning] Allah Israel dianggap sebagai panglima bala tentara Israel dan bala tentara --> surga. Allah adalah jenderal pasukan Israel dan --> Daud adalah letnan-Nya (1Sam. 17:45; TB-LAI:'semesta alam'): namun Allah juga memiliki *malaikat-malaikat (1Raj. 22:19) dan pasukan alam-Nya (Am. 4:13). Ke atas YAHWEH [Kamus Browning] 1) Jahveh digunakan oleh sarjana-sarjana Jerman untuk nama Allah pada sumber --> Y --> Pentateukh, yang biasanya para sarjana Inggris menulisnya dengan Yahweh.2) Muncul hampir 6.000 kali dalam PL sebagai nama Allah, tetapi rasa hormat yang terns bertambah menyebabkan Yahweh dibaca sebagaiAdonai (Tuhanku yang mahabesar) dalam pembacaan di depan umum. Pada waktu bunyi huruf hidup ditambahkan pada teks Ibrani, bunyi dari Adonai ditempatkan pada YHWH untuk mengingatkan pembaca agar membacakan Adonai ganti Yahweh. Maka 'Yehovah' adalah pembacaan cangkokan yang salah dari Abad Pertengahan Kristen. Dalam tulisan Yahudi modern, penghormatan itu dipertahankan dengan menuliskan G-d.Sumber --> Pentateukh --> Y (dari Yahweh dalam bahasa Jerman) merunut nama Yahweh sampai abad-abad awal (Kej. 4:26), tetapi --> P menempatkan penggunaan nama Yahweh pertama pada Musa (Kel. 6:2-3). Dikemukakan bahwa arti nama Yahweh berarti 'Dia menyebabkan keadaan yang ada', artinya Yahweh adalah pencipta -- tetapi sangat diperdebatkan apa memang nama ilahi itu ada artinya. Ke atas YANG KUDUS DARI ALLAH [Kamus Browning] Yesus disapa sebagai 'Yang Kudus dari Allah' oleh orang yang dirasuk setan (Mrk. 1:24) berdasarkan pengetahuan supranatural, dan oleh *Pbtrus (Yoh. 6:69). Istilah itu juga dikenakan kepada Nabi --> Elisa (2Raj. 4:9). Dengan demiki an dalam PL istilah itu bukanlah gelar mesianik, namun tampaknya telah digunakan oleh jemaat mula-mula untuk Yesus (Kis. 3:14). Ke atas YANG MAHAKUASA [Kamus Browning] Sangat sering digunakan bagi Allah dalam PL, terutama Kitab Ayub; dan dalam PB, terutama Kitab Wahyu. Paulus menggunakan kata ini sekali ('Tuhan, Yang Mahakuasa', 2Kor. 6:18), di mana ia mengutip 2Sam. 7:14. Menarik, bahwa pada kutipan itu Paulus menambahkan 'anak-anak perempuan' di antara anak-anak Allah, bukan hanya 'anak laki-laki'. Ke atas YANG MAHAKUDUS ALLAH ISRAEL [Kamus Browning] Gelar untuk Allah Israel ini sering digunakan dalam seluruh bagian Kitab Yesaya (mis. Yes. 41:14), yang menandaskan keberbedaan Allah dari manusia, namun juga hubungan istimewa-Nya dengan bangsa Israel. Ke atas YEHOVAH [Kamus Browning] Nama Allah bagi orang Ibrani adalah YHWH, namun nama itu begitu kudus, sehingga tidak diucapkan oleh orang Yahudi -- dan mereka menggantikannya dengan Adonai (Tuhan). Namun, ketika tanda-tanda huruf hidup dari kataAndonai disisipkan pada abjad Ibrani, YHWH, maka ucapannya menjadi Yehovah, seperti dalam AV, dan sering kali pada penggunaan bahasa Inggris. Ke atas Yunani Strongs #3841 παντοκρατορ pantokrator παντοκρατωρ pantokratwr: Yang Mahakuasa (Kamus Yoppi) ορος [maskulin] Yang Maha Kuasa (Kamus Barclay) Strongs #4519 σαβαωθ sabaoth σαβαωθ sabawy: (sebutan nama Allah dalam bahasa Ibrani, harfiah: dari bala tentara) κυριος Σ. Allah maha kuasa (Kamus Barclay) Ke atas Dalam Versi-Versi Alkitab: Allah Yang Mahakuasa: BIS El: BIS Tuhan semesta alam: TB Tuhan Yang Mahakuasa: BIS

No comments:

Post a Comment